Indonesia Tegaskan Tak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal,
Jumat (12/4/2024), menyatakan, proses masuknya Indonesia menjadi anggota OECD
masih panjang. Indonesia baru akan mengadopsi peta jalan keanggotaan pada Mei
2024. Dalam peta jalan itu ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh
Indonesia.
Waktu yang diperlukan menjadi anggota penuh OECD bervariasi,
tergantung kesiapan setiap negara. Menurut Iqbal, ada negara yang perlu waktu
tiga tahun, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun.
"Hingga saat ini, (Indonesia) tidak berencana membuka
hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih di tengah situasi kekejaman Israel
di Gaza. Posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan
Palestina dalam kerangka two-state solution. Indonesia akan selalu konsisten
berada di garis terdepan membela hak-hak bangsa Palestina," kata Iqbal lewat
pernyataan tertulis.
Pada 11 April, sejumlah media Israel memberitakan bahwa Indonesia akan
menjalin hubungan diplomatik dengan Israel demi bisa bergabung dengan OECD.
Ynet News melaporkan, hal itu telah dibahas selama tiga bulan secara rahasia
oleh perwakilan dari Indonesia, Israel, dan OECD.
OECD beranggotakan 38 negara yang mayoritas berstatus negara berpendapatan
tinggi dengan rata-rata pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita sebesar
44.886 dollar AS pada 2022.
Untuk menjadi anggota OECD, Indonesia harus diterima oleh semua negara
anggota organisasi tersebut. Indonesia juga harus menjalin hubungan diplomatik
dengan semua negara anggota.
Jika disetujui menjadi anggota OECD, Indonesia akan menjadi negara Asia
Tenggara pertama dan negara Asia ketiga yang bergabung di organisasi yang
sering disebut sebagai "klub negara maju" itu. Sebelumnya, Jepang bergabung
pada 1964 dan Korea Selatan pada 1996 (Kompas, 11/8/2023).
Hanya ada dua anggota dengan status negara berpendapatan
menengah-atas, yaitu Kolombia (PNB per kapita 6.630,3 dollar AS) dan Kosta Rika
(PNB per kapita 13.198 dollar AS). Sebagai perbandingan, PNB per kapita
Indonesia pada 2022 adalah 4.580 dollar AS, membuat RI kembali naik status
sebagai negara berpendapatan menengah-atas.
Mengutip Ynet News, pemulihan hubungan diplomatik Indonesia
dan Israel telah didorong oleh Amerika Serikat sejak mantan Presiden Donald
Trump masih menjabat. Namun, hal itu gagal terwujud akibat perang Israel-Hamas
yang pecah sejak 7 Oktober 2023.
Belakangan, wacana untuk memulihkan hubungan diplomatik
Indonesia dan Israel kembali hidup berkat OECD. Media Jerusalem Post menyebut,
hal itu salah satunya ditandai dengan Israel yang mengizinkan pesawat militer
Indonesia berpartisipasi menjatuhkan bantuan lewat udara di Gaza. Israel tidak
mengizinkan Turki melakukan hal serupa, padahal kedua negara memiliki hubungan
diplomatik.
Pada 26 Maret, Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann
menulis surat kepada Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz. Cormann
menggarisbawahi kesiapan OECD membantu menciptakan hubungan Israel dan
Indonesia. Ynet News menyebut, isi surat itu telah disetujui oleh Indonesia.
"Dengan senang hati saya memberitahukan bahwa secara resmi
dewan telah menyetujui persyaratan awal yang jelas dan eksplisit yang
mengharuskan Indonesia untuk menjalin hubungan diplomatik dengan semua negara
anggota OECD sebelum mengambil keputusan untuk menerima Indonesia menjadi
anggota organisasi," tutur Cormann dalam surat itu.
Dalam surat jawaban kepada Cormann, Katz menulis, "Saya
memiliki harapan yang sama bahwa proses ini akan membawa perubahan bagi
Indonesia. Saya menantikan perubahan positif dalam kebijakan Indonesia terhadap
Israel, terutama meninggalkan kebijakan yang memusuhi Israel, dan membuka jalan
menuju hubungan diplomatik penuh dengan semua pihak."
Lebih lanjut, Cormann menjelaskan bahwa Indonesia masih
harus menjalani proses selama dua sampai tiga tahun sebelum bisa bergabung
dengan OECD. Ada 26 komite yang akan memantau undang-undang, kebijakan, dan
peraturan di negara itu.
Terdapat ahli dari Israel dalam setiap komite. Itu memberi
kesempatan bagi Israel untuk menjalin komunikasi dengan Indonesia, sekaligus
memberi hak veto kepada Israel jika Indonesia tidak menormalisasi hubungan
dengan Israel. (kompas.id)
Menlu Iran: Belum Ada Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel
Akhir Mei 2025, Perdagangan BEI Catat Sejumlah Data Positif
AFC Umumkan 23 Pemain Timnas Indonesia U-23 untuk Piala Asia U-23 2024