BNNP Aceh Gelar Operasi Pemulihan Gampong Narkoba

di Lampulo, Banda Aceh
Rizki Rivaldi - Sabtu, 08 November 2025 19:05 WIB
BNNP Aceh Gelar Operasi Pemulihan Gampong Narkoba
Banda Aceh— Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melaksanakan kegiatan Operasi Pemulihan Gampong Narkoba di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, pada Jumat (7/11/2025) pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BNNP Aceh Hasnanda Putra, S.T., M.M., M.T., didampingi oleh Kabid Pemberantasan Kombes Pol. Hairajadi, S.H., serta melibatkan unsur gabungan dari Ditresnarkoba Polda Aceh, Satresnarkoba Polresta Banda Aceh, TNI, dan Satpol PP dan WH Provinsi Aceh.

Wilayah Rawan dan Strategis
Gampong Lampulo menjadi salah satu titik fokus utama operasi ini karena termasuk kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Letaknya yang strategis di pesisir Kota Banda Aceh, serta adanya pelabuhan tempat kapal-kapal nelayan melakukan bongkar muat, menjadikan daerah ini rentan dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkotika sebagai jalur distribusi.

Menurut data dan pemetaan BNNP Aceh, wilayah ini dikategorikan sebagai zona merah (bahaya) karena banyaknya laporan masyarakat terkait aktivitas penyalahgunaan narkoba. Situasi tersebut mendorong BNNP Aceh untuk melakukan langkah cepat dan terkoordinasi guna memulihkan kondisi sosial masyarakat di kawasan tersebut.

Pelaksanaan Operasi dan Hasil Penjaringan
Operasi dimulai dengan apel gabungan di halaman kantor keuchik Gampong Lampulo. Setelah pengarahan dari Plt. Kepala BNNP Aceh, tim gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok dan menyisir sejumlah titik rawan, termasuk area sekitar pelabuhan, rumah-rumah warga yang dicurigai, serta beberapa warung kopi dan tempat berkumpul masyarakat.

Dari hasil kegiatan tersebut, tim berhasil menjaring 18 orang yang diduga sebagai pengguna narkoba. Seluruhnya langsung dilakukan pemeriksaan urine di lokasi kegiatan dengan hasil sebagai berikut:
5 orang positif sabu,
6 orang positif ganja dan sabu,
7 orang negatif narkoba.
Bagi mereka yang terindikasi positif, BNNP Aceh segera melakukan asesmen lanjutan di Klinik Pratama BNNP Aceh.

Berdasarkan hasil asesmen, diketahui bahwa:
11 orang direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan,
0 orang direkomendasikan untuk rawat inap.
Pendekatan Humanis dan Berkelanjutan

Plt. Kepala BNNP Aceh Hasnanda Putra, S.T., M.M., M.T. menegaskan bahwa operasi kali ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek penindakan, tetapi juga pendekatan humanis dalam memulihkan masyarakat yang telah terpapar penyalahgunaan narkoba.

"Operasi ini bukan semata-mata untuk menangkap, tetapi untuk menyelamatkan. Kami ingin masyarakat Lampulo terbebas dari pengaruh narkoba dan memiliki kesempatan untuk pulih. Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memulihkan gampong yang terdampak penyalahgunaan narkotika," ujar Hasnanda Putra dalam keterangannya di sela kegiatan.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan Kombes Pol. Hairajadi, S.H. menambahkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemberantasan narkoba di Aceh.
"BNNP Aceh tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari TNI, Polri, Satpol PP, WH, dan masyarakat sangat penting. Kami bersama-sama ingin memastikan bahwa Lampulo bisa menjadi contoh gampong yang bangkit dari jerat narkoba," ungkapnya.

Dukungan Pemerintah Gampong dan Masyarakat
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Gampong Lampulo dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Para perangkat gampong berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba.

Selain kegiatan pemeriksaan dan asesmen, tim BNNP Aceh juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta mengedukasi warga mengenai pentingnya pelaporan dini jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitar lingkungan mereka.

Rencana Tindak Lanjut
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, BNNP Aceh telah menyiapkan rencana tindak lanjut (RTL) pascaoperasi, antara lain:
Pemantauan pascakegiatan akan terus dilakukan oleh tim BNNP Aceh bersama Pemerintah Gampong Lampulo untuk memastikan keberlanjutan proses pemulihan.
Pendampingan rehabilitasi bagi seluruh peserta rawat jalan hingga benar-benar dinyatakan pulih dan siap kembali ke masyarakat.

Sosialisasi dan penguatan peran masyarakat dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di tingkat gampong.
Penguatan program Gampong Bersinar (Bersih Narkoba) melalui pelatihan kader anti-narkoba, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kerja sama lintas sektor.

Harapan ke Depan
BNNP Aceh menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai daerah rawan lainnya di Aceh. Langkah ini sejalan dengan misi nasional untuk mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

"Kita ingin Aceh menjadi daerah yang sehat, aman, dan produktif. Melalui pendekatan rehabilitatif dan kolaboratif, kami yakin upaya ini akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat," tutup Hasnanda Putra.

Dengan adanya kegiatan Operasi Pemulihan Gampong Narkoba ini, diharapkan Gampong Lampulo dapat menjadi model percontohan gampong yang tangguh dan bebas dari pengaruh narkoba, serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Aceh untuk terus berjuang melawan penyalahgunaan narkotika. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru