Remaja Asal Pidie Hilang Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

Hasballah - Minggu, 31 Mei 2026 23:23 WIB
Remaja Asal Pidie Hilang Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga
Aceh Besar – Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus laut saat berlibur bersama keluarganya di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (31/5/2026) sore.

Korban diketahui bernama Razi Fahreza, warga Desa Dayah Caleu, Kabupaten Pidie. Hingga Minggu malam, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.55 WIB. Saat itu korban sedang mandi di pantai bersama anggota keluarganya. Namun, korban diduga terseret arus laut yang cukup kuat hingga akhirnya hilang dari pengawasan keluarga.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh sekitar pukul 16.30 WIB dari salah seorang pengunjung pantai. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Rescue Basarnas Banda Aceh langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.45 WIB untuk melakukan operasi pencarian.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel beserta peralatan SAR setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
"Begitu menerima laporan, tim langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga terseret arus laut," kata Al Hussain.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Basarnas Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan satu unit kendaraan rescue double cabin, satu unit perahu karet cepat (LCR), perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus menyisir kawasan pantai dan perairan sekitar lokasi guna menemukan korban. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru