Sekretaris IPSI Aceh Hadiri Penutupan Pelatihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer Kodam Iskandar Muda

Rahmat Rinaldi - Rabu, 17 September 2025 07:33 WIB
Sekretaris IPSI Aceh Hadiri Penutupan Pelatihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer Kodam Iskandar Muda
Banda Aceh – Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Aceh, Maszuwar ZM, turut hadir dalam penutupan pelatihan kader pelatih pencak silat militer Kodam Iskandar Muda yang resmi ditutup oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susuilo, S.IP, pada Selasa (16/9/2025).

Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat tinggi di lingkungan Kodam Iskandar Muda serta jajaran pengurus IPSI Aceh. Sebanyak 274 kader telah menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan dan akan kembali ke kesatuan masing-masing untuk mengembangkan pencak silat militer di kalangan personel TNI, khususnya Angkatan Darat.

Dalam amanatnya, Pangdam Iskandar Muda menekankan pentingnya pencak silat sebagai budaya bangsa yang perlu dilestarikan dalam tubuh militer. Menurutnya, pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik beladiri jarak dekat, penggunaan senjata, dan ilmu pernafasan, tetapi juga membentuk prajurit yang kuat, tangguh, dan berwibawa untuk menjaga kedaulatan negara.

Sekretaris IPSI Aceh, Maszuwar ZM, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda atas dukungan dan antusiasmenya dalam mengembangkan pencak silat di lingkungan militer.

"Sebagai mantan pesilat, saya merasa bangga ketika budaya bangsa mampu dilestarikan dan dikembangkan di seluruh tataran masyarakat, termasuk di tubuh TNI," ujarnya.

Maszuwar juga menyampaikan bahwa Ketua Umum IPSI yang juga Presiden Republik Indonesia menargetkan pencak silat masuk dalam Olimpiade 2032. Saat ini, pencak silat telah berkembang di 84 negara. Pada tahun 2025, PB IPSI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Luar Negeri akan mengirimkan pelatih ke 32 negara.

"Semangat Bapak Presiden ini dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa bersinergi. Pencak silat adalah budaya bangsa, beladiri untuk bela negara," tegasnya.

Kehadiran Sekretaris IPSI Aceh dalam kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara organisasi olahraga beladiri dengan TNI dalam melestarikan sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai jati diri bangsa sekaligus instrumen bela negara. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru