Sikap KPA/PA: Tidak Ada Instruksi Pelaksanaan Milad di Langsa

Edy Syarifuddin - Jumat, 21 November 2025 21:06 WIB
Sikap KPA/PA: Tidak Ada Instruksi Pelaksanaan Milad di Langsa
Langsa - Unsur KPA/PA, Panglima Sagoe Sungai Raya telah mengingatkan mantan kombatan agar tidak terprovokasi dan menjaga ketenangan menjelang 4 Desember. "Kami mendukung penuh langkah menjaga perdamaian," katanya.

Sementara KPA/PA Kota Langsa yang diwakili Panglima Sagoe Langsa Timur, Rusbah alias Raja King menjelaskan bahwa, hingga kini belum ada instruksi resmi dari pimpinan pusat KPA/PA terkait penyelenggaraan Milad GAM ke-49 di Kota Langsa, tegasnya di Poska Langsa, Jumat (21/11/2025).

"Biasanya pelaksanaan berupa syukuran, doa bersama dan santunan. Jika nanti terlaksana, anggota dari sejumlah Sagoe di Langsa dan Aceh Timur akan hadir," jelas Rusbah.

Ia juga mengatakan pihaknya sudah mengarahkan seluruh anggota untuk tidak mengibarkan Bendera Bulan Bintang maupun simbol lain yang berpotensi melanggar hukum.

Rusbah juga menyebut bahwa rencana peringatan tingkat provinsi kemungkinan dipusatkan di Aceh Utara, namun masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.

"Kami minta semua pihak jangan melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri atau mengganggu ketenangan masyarakat Aceh," imbuhnya.

Peringatan 4 Desember memiliki sejarah panjang dan sarat makna bagi mantan kombatan GAM.

Namun, dalam dua dekade terakhir, tanggal ini juga menjadi titik pantau aparat keamanan karena beberapa tahun terakhir muncul fenomena pengibaran Bendera Bulan Bintang di sejumlah daerah.

Sejumlah sumber internal keamanan menyebut bahwa situasi relatif terkendali, namun tensi bisa meningkat jika aksi simbolik muncul tanpa koordinasi.

Menjaga Jalan Panjang MoU Helsinki

Lebih dari 19 tahun setelah penandatanganan MoU Helsinki yang mengakhiri 29 tahun konflik Aceh, isu bendera dan simbol kerap menjadi titik paling sensitif.

Aparat keamanan menilai langkah-langkah komunikasi seperti silaturahmi di Langsa penting untuk memastikan tidak ada celah yang dapat mencederai perdamaian.

Pertemuan silahturahmi tertutup antara Polres Langsa, TNI dan unsur KPA/PA hari itu berlangsung hampir dua jam.

Dalam perjamuan itu tidak ada pesan ketegangan, yang muncul justru komitmen bersama untuk menghindari provokasi.

Begitupun Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto katakan, Silaturahmi tersebut menjadi penanda bahwa meski Aceh telah lama damai, upaya menjaga stabilitas tetap membutuhkan ruang dialog. Termasuk menjelang 4 Desember, tanggal yang sarat sejarah, emosi dan kepentingan.

"Perdamaian Aceh bukan sekadar slogan, Tapi amanah yang harus kita jaga bersama", tutup Kapolres Mughi di akhir pertemuan. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru