Jembatan Lama Dihantam Banjir Bandang, TNI-IM Bangun Bailey Krueng Tingkeum
Hasballah - Sabtu, 27 Desember 2025 22:23 WIB
Bireuen — Kementerian Pekerjaan Umum merampungkan pembangunan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen. Jembatan darurat itu mulai difungsikan pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Perakitan jembatan dilakukan prajurit TNI dari Zidam Kodam Iskandar Muda dan Zipur 16, dengan dukungan BUMN PT Adhi Karya serta kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Peresmian ditandai dengan prosesi peusijuek dan penyerahan santunan kepada anak yatim.
Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Rakhman Taufik, mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan pascarusaknya jembatan permanen akibat banjir pada 27 November 2025.
"Alhamdulillah hari ini jembatan Bailey Krueng Tingkeum sudah siap dan bisa dilintasi kendaraan," kata Rakhman kepada wartawan.
Jembatan Bailey Kutablang Resmi Difungsikan, Sistem Penyeberangan Buka-Tutup.Ia menegaskan jembatan bailey memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 30 ton. Jembatan ini memiliki panjang 63 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter. Sistem lalu lintas diberlakukan buka-tutup untuk menjaga keamanan konstruksi.
"Kami minta semua pengguna jalan mematuhi batas muatan agar jembatan ini tetap aman digunakan sampai jembatan permanen dibangun," ujarnya.
Proses Pembangunan Jembatan Bailey di Jalinsum Kutablang Masih Tunggu Material dari MedanBupati Bireuen Mukhlis menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurut dia, Jembatan Krueng Tingkeum memiliki peran strategis karena menghubungkan Bireuen dengan sejumlah kabupaten dan kota lain di Aceh.
"Putusnya jembatan ini bukan hanya berdampak bagi Bireuen, tapi juga wilayah lain. Sekarang, meski masih darurat, masyarakat sudah sangat terbantu," kata Mukhlis.
Wakil Kepala Zidam Iskandar Muda, Surya Adi Primawan mengatakan prajurit TNI menyelesaikan perakitan jembatan bailey dalam waktu 14 hari. Menurut dia, percepatan dilakukan karena jalur tersebut menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan jembatan di lokasi itu rusak berat hingga terputus. Kondisi tersebut mengganggu arus transportasi, aktivitas ekonomi, serta distribusi barang dan jasa, terutama di jalur Bireuen–Lhokseumawe.
Pemerintah berharap pengoperasian jembatan bailey dapat menjadi solusi sementara untuk memulihkan aktivitas masyarakat sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Humas INAR Masuk Jajaran Pengurus Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh
Polresta Banda Aceh Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Balita di Tempat Penitipan Anak
Dirreskrimum Polda Aceh Laksanakan Asistensi dan Supervisi KUHP–KUHAP Terbaru di Polres Pidie
Peringatan Hari Kartini 2026 di Sabang Angkat Semangat Emansipasi Berbasis Kearifan Lokal
Relawan Malaysia dan Tiongkok Salur Bantuan Bencana Aceh, Mualem Terima Langsung di Meuligoe Gubernur
Di Tengah Kesibukan, Bupati Pidie Jaya Kembali Kunjungi Warga Sakit
Komentar