Proyek Jembatan Pulau Laut Kalsel - PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp1,02 Triliun

Rahmat Rinaldi - Selasa, 14 April 2026 10:26 WIB
Proyek Jembatan Pulau Laut Kalsel - PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp1,02 Triliun
neraca.co.id

Jakarta - Di kuartal pertama 2026, PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) meraih proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dengan nilai Rp1,02 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dilansir darineraca.co.id,Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan, perolehan proyek ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas perseroan dalam mengerjakan proyek berskala besar.

"Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor. Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujarnya.

Disampaikannya, proyek tersebut dikerjakan melalui skemajoint operation(JO) dengan PTPP sebagailead contractordengan porsi 50%. Pembangunan ini merupakan bagian dari programmultiyears2026–2028 yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.

Penandatanganan kontrak proyek telah dilakukan pada 30 Maret 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan bersama pihak penyedia jasa. Adapun proyek ini memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 730 hari kalender. Perolehan tersebut menambah portofolio PTPP di sektor infrastruktur, khususnya proyek konektivitas wilayah.

Secara lokasi, pembangunan jembatan berada di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan akses antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

PTPP menilai proyek ini sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Sebagai informasi, tahun ini PTPP menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 22 triliun sepanjang 2026. Target ini ditopang proyek pemerintah berbasis APBN, proyek BUMN, serta proyek swasta.

Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad bilang, hingga April 2026 perusahaan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 4,5 triliun. Perusahaan masih memiliki waktu delapan bulan untuk mengejar target. "Tentunya kita masih punya delapan bulan ke depan, di mana target kita di tahun 2026 ini sebesar Rp 22 triliun. Insyaallah masih di dalam koridor yang menjadi target kita ke depan," ujarnya.

Sejumlah proyek strategis telah diperoleh. Proyek tersebut antara lain pembangunan RSU Adhyaksa Daerah Khusus Jakarta senilai Rp 266,5 miliar dan penanganan bencana Sumatera Utara ruas Sibolga-Barus sebesar Rp 263,7 miliar. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru