Dituding Vakum, Begini Penjelasan Ketua Kadin Pidie
Hasballah - Rabu, 26 November 2025 22:23 WIB
SIgli - Seorang Kontraktor lokal Pidie, Ikhwan menuding keras bahwa, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pidie selama ini vakum alias mati suri.

Pernyataan tersebut mencuat, adanya kritik-kritik di kalangan pelaku usaha yang menilai, Kadin tidak memberikan dampak signifikan terhadap dunia usaha daerah.
Malah, sejumlah pihak meragukan legalitas Kepengurusan Hasil Musyawarah Kabupaten (Mukab) 2023 beserta efektivitas programnya.
Bantah Vakum
Menjawab tudingan tersebut, Ketua Kadin Pidie Muhammad Junaidi menegaskan bahwa anggapan Kadin Pidie tidak aktif adalah keliru dan tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
"Tidak benar kami vakum. Banyak program yang kami jalankan, meski mungkin tidak semua terekspos ke publik. Kadin Pidie tetap bekerja, tetap melakukan koordinasi, dan tetap menjalankan fungsi pembinaan terhadap pengusaha lokal," ujar Junaidi, Rabu (25/11/2025).
Ia menegaskan, pihaknya selalu membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha serta terus membangun hubungan kerja dengan instansi pemerintahan, baik kabupaten maupun provinsi.
Soal SK Pengukuhan dan Legitimasi Kepengurusan
Menanggapi isu legalitas kepengurusan, Junaidi menjelaskan bahwa Kadin Aceh telah resmi menerbitkan SK Pengukuhan susunan pengurus Kadin Kabupaten Pidie, sehingga seluruh polemik terkait keabsahan kepengurusan seharusnya tidak perlu lagi diperdebatkan.
"SK Pengukuhan sudah keluar. Itu artinya kepengurusan kami sah secara organisatoris. Jika ada pihak yang masih memperdebatkan soal sah atau tidak, itu bukan lagi domain mereka, tetapi domain Kadin Aceh sebagai induk organisasi," tegasnya.
Ia meminta seluruh pihak menghormati mekanisme organisasi dan tidak membuat opini yang dapat menyesatkan publik serta mengganggu konsolidasi internal.
Respons Terhadap Kritik Pelaku Usaha
Sebelumnya, seorang pengusaha kontraktor di Pidie, Ikhwan, mengkritik keras kepengurusan Kadin Pidie. Ia menilai organisasi tersebut "mati suri" dan membutuhkan pembenahan total. Bahkan, ia mendesak agar Kadin Aceh mempertimbangkan ulang legitimasi kepengurusan saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Junaidi mengatakan bahwa kritik dari pelaku usaha merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi. Namun, ia berharap kritik disampaikan secara objektif dan berdasarkan data nyata, bukan sekadar persepsi.
"Kami menghargai setiap kritik, tetapi hendaknya disampaikan secara elegan dan membangun. Jangan sampai justru menimbulkan suasana tidak produktif bagi perkembangan dunia usaha," ujarnya.
Komitmen Kadin Pidie Ke Depan
Junaidi menegaskan kembali komitmen Kadin Pidie untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia berjanji kepengurusannya akan lebih aktif, transparan, dan terbuka terhadap masukan.
"Fokus kami adalah membangun iklim usaha yang sehat di Pidie. Jika ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Kadin adalah rumah besar bagi seluruh pengusaha, bukan ruang untuk saling menyerang," tutupnya. (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gencarkan Sosialisasi Larangan Karhutla, Polres Pidie Pasang Spanduk di Sejumlah Kecamatan
Bupati Pidie Jaya: Musrenbang Wadah Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah
Setahun Kepemimpinan, H. Sibral Malasyi - Hasan Basri Komit Bangun Pidie Jaya
Di Tengah Kesibukan, Bupati Pidie Jaya Kembali Kunjungi Warga Sakit
PSAP Sigli vs Arfalaky FC, Laga Final Liga 4 Aceh Capai Puncak
Penyuluh Pertanian Kabupaten Pidie Gelar Syukuran dan Santuni Yatim
Komentar