Pidie Tetapkan Status Transisi ke Pemulihan Masa Enam Bulan
Hasballah - Jumat, 09 Januari 2026 17:05 WIB
Sigli - Pemerintah Kabupaten Pidie secara resmi menetapkan status transisi darurat ke pemulihan, sebagai fase antara respons tanggap darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Keputusan tersebut ditetapkan Bupati Pidie, H Sarjani Abdullah dengan Nomor: 362/33/KEP.40/2026 setelah melakukan evaluasi menyeluruh bersama unsur Forkopimda, BPBD, TNI–Polri, dan dinas terkait di ruang kerja Bupati Pidie, Rabu (7/01/26)
Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, SH, CPM mengatakan, perubahan status tersebut juga mempertimbangkan, pertama Keputusan Bupati Pidie Nomor 362/1074/KEP.40/2025 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat.
Kedua, surat dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Penanganan Bencana di Wilayah Pidie.
Ketiga, Surat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Nomor 362/009/2026 perihal Permohonan Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan.
"Status transisi ini ditetapkan hingga 180 hari ke depan, terhitung mulai Kamis 8 Januari 2026 sampai dengan tanggal 6 Juli 2026," jelas Andi.
Perubahan status tersebut untuk menjamin percepatan dan penanganan akibat bencana banjir dengan tetap mengaktifkan sistem komando darurat bencana.
Selama masa transisi darurat, Pemkab Pidie akan terus memfokuskan upaya pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perbaikan infrastruktur terdampak serta pendataan kerusakan dan kerugian masyarakat secara menyeluruh.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) dan dinas terkait agar selalu meningkatkan koordinasi dan mempercepat pendataan yang detail.
"Pemkab Pidie akan terus melakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, serta unsur TNI/Polri dan relawan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal," jelas Andi
Sehingga dengan penetapan status transisi darurat ini, tambah Andi, diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur serta menjadi landasan awal menuju tahap rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
Bupati juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan bencana, mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin sewaktu waktu dapat terjadi.
Pemerintah Kabupaten Pidie tetap berkomitmen untuk terus bekerja secara cepat, terukur dan tanggap dalam menghadapi situasi bencana. "Mohon doa dan dukungan kita semua," pinta Andi. (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wabup Pidie Pimpin Aksi Bersih Pantai dan Tanam Pohon di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
32 Anak di Pidie Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis dalam Bakti Kesehatan Polri
DPW Partai Aceh Pidie Gelar Silaturahmi dan Haul ke-16 Hasan di Tiro
Pemkab Pidie Jaya Raih Opini WTP ke-12 Kali Berturut-turut
Perumda Tirta Mon Krueng Baro Pidie Lakukan Pemeliharaan Intake Keumala, Distribusi Air Terganggu 6-7 Juni
Satgas PRR Aceh Percepat Pembangunan 500 Huntap Korban Banjir di Aceh Tamiang
Komentar