Satgas PRR Aceh Percepat Pembangunan 500 Huntap Korban Banjir di Aceh Tamiang

Hasballah - Rabu, 03 Juni 2026 11:19 WIB
Aceh Tamiang – Kinerja Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu indikatornya adalah percepatan pembangunan 500 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Proses verifikasi dan pengundian tahap pertama untuk 200 unit Huntap berlangsung lancar di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan kehidupan warga pascabencana.

Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, mengatakan dari 40 lokasi Huntap komunal yang direncanakan di Aceh Tamiang, sebanyak 37 lokasi telah dinyatakan siap dibangun. Sementara tiga lokasi lainnya masih dalam proses pelepasan lahan HGU.
Safrizal menegaskan penentuan lokasi Huntap dilakukan melalui kajian sosial, ekonomi, budaya, dan risiko bencana guna memastikan kawasan yang dipilih aman serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Menurutnya, pembangunan 500 unit Huntap di Desa Tanjung Seumantoh merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Program tersebut menjadi salah satu proyek strategis pemulihan pascabencana yang mendapat dukungan penuh dari Satgas PRR.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, menyebut pembangunan Huntap merupakan hasil kerja sama erat antara Satgas PRR, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya.

"Pembangunan Huntap ini tidak hanya menghadirkan rumah baru, tetapi juga memberikan kepastian masa depan bagi ratusan keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan di hunian sementara," ujarnya.

Proses pengundian rumah dilakukan secara terbuka dan transparan guna memastikan seluruh calon penerima manfaat memperoleh kesempatan yang sama. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mencerminkan prinsip keadilan dan akuntabilitas.

Selain pembangunan rumah, Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga berkomitmen menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung agar kawasan Huntap berkembang menjadi lingkungan permukiman yang layak dan nyaman.

Salah seorang korban banjir, Erman (62), mengaku lega setelah memperoleh kepastian mendapatkan rumah permanen.

"Alhamdulillah, serasa plong hati saya. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak mendapatkan rumah ini," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini progres pembangunan Huntap telah mencapai sekitar 60 persen. Pihak kontraktor menargetkan 200 unit pertama rampung secara fisik pada Juni 2026.

Keberhasilan pembangunan Huntap di Aceh Tamiang menjadi contoh konkret percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan Satgas PRR Aceh. Program ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan kembali harapan, rasa aman, dan kepastian hidup bagi masyarakat yang terdampak bencana. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru