Setahun Kepemimpinan, H. Sibral Malasyi - Hasan Basri Komit Bangun Pidie Jaya
Hasballah - Kamis, 16 April 2026 15:48 WIB
Meureudu- Program seratus hari kerja pasangan Bupati H.Sibral Malasyi, MA, S.Sos ME dan Wakilnya Hasan Basri, ST, MM merupakan program kerja nyata sepanjang seratus hari kepemimpinan mereka.



Di awal awal memimpin Pidie Jaya setelah pelantikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Selasa (18/2/2025), keduanya terus bekerja maksimal dengan target dan sasaran masyarakat luas.
Untuk diketahui, berdasarkan data akurat Pidie Jaya mendiami 222 gampong, penduduk capai 165.080 jiwa (2024), dengan luas wilayah 952.1 kilometer bujur sangkar, berbatas dengan selat malaka, Pidie dan Kabupaten Bireun.
Kabupaten Pidie Jaya yang dikenal penghasil jagung terbesar ini, adalah pemekaran dari Kabupaten Pidie, pada 2 Januari tahun 2007 silam.
Kini, Pidie Jaya dipimpin oleh Bupati Sibral Malasyi dan Hasan Basri bertekad mewujudkan Pidie Jaya dalam satu visi, Maju Berkelanjutan.
Sedangkan misi, dituangkan dalam bentuk mewujudkan Pidie Jaya bersyariat, berkeadilan, mewujudkan SDM yang bersyariat berkualitas berdaya saing, juga mewujudkan dan membangun infrastruktur serta tata kelola pemerintah yang baik bersih dan islami.
Dalam kejar 100 hari kerja, Bupati Sibral dan Wabup membagi tugas, untuk turun ke masyarakat melakukan kerja nyata seperti, pembersihan saluran, pembersihan semak belukar, perbaikan jalan rusak, pembersihan peningkatan saluran irigasi.
Bupati dan Wakil juga melakukan pemantauan pasar-pasar tradisional, untuk memastikan ketersediaan sembako dan harga pokok barang serta berkolaborasi dengan penjual, petani dan masyarakat luas, sembari menjaring informasi pembangunan gampong.
Bupati dan Wakil juga mengunjungi warga yang sakit, bocor jantung dan peduli akan ODGJ.Ini sebuah apresiasi bagi warga tersebut.
Penimbunan bahu jalan, pelepasan jemaah haji, dan berbagai kegiatan riil lainnya yang tampak nyata bersentuh dengan masyarakat banyak bagian integral dalam 'dokumen' 100 hari kerja.
Kegiatan 100 hari, sepertinya mendekati target, kendati mendapat sorotan dan kritikan dari kalangan tertentu, yang menyebut 100 hari kerja sebagai bentuk seremonial belaka.Tetapi bagi Bupati H.Sibral dan Hasan Basri itu sebagai "vitamin" untuk terus berpacu membangun Pidie Jaya.
Program 100 hari kerja dinilai sukses, kini pasangan H.Sibral Malasyi-Hasan Basri, sudah memasuki usia setahun dua bulan kepemimpinan mereka, 18 Pebruari 2025-15 April 2026.
Secara internal kekompakan dan solid keduanya tetap teguh untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat, kendati ada isu-isu dihembus bahwa kepemimpinan mereka mulai 'renggang'.
Tetapi pejabat pemerintah setempat membantah isu keretakan itu tidak pernah terjadi, malah keduanya komit dan semangat membangun Pidie Jaya lima tahun kedepan.
Kendati demikian, sorotan untuk kedua pemimpin rakyat itu tidak pernah sunyi, padahal baik Bupati dan Wakil Bupati seperti tertulis di atas dalam 100 hari kerja saja sudah membagi tugas dan wewenang sesuai tupoksinya.
Kemarin, pada bulan November 2025, Aceh dilanda bencana banjir bandang.Pidie Jaya masuk dalam katagori dalam 18 kabupaten/kota terdampak bencana alam hidrometeorologi.
Malah, kabupaten Pidie Jaya termasuk paling parah mengalami kerusakan akibat bencana banjir.Apakah rumah rumah penduduk, sawah ladang, jembatan hancur dan ribuan kepala keluarga hilang mata pecaharian, sejumlah warga meninggal dunia dan juga rusaknya berbagai infrastruktur.
Dalam penanganan bencana, Bupati dan Wakil Bupati serta jajarannya, turut di bantu TNI/Polri, tidak diam, hari itu 27 November 2025 mereka sudah mulai bekerja ekstra keras siang dan malam, melihat langsung warga terdampak dan mengevakuasi ke titik aman.
Esoknya meninjau titik pengungsi, dan berbaur dengan pengungsi, sementara Bupati terus melakukan koordinasi ke provinsi dan komunikasi ketingkat Kementerian dan Presiden.
Upaya-upaya ditempuh oleh kedua pimpinan daerah ini menghasilkan nilai plus, pasalnya, bantuan dampak bencana dan pascabencana mengalir deras ke Pidie Jaya.
Kini selain warga terdampak menghuni rumah sementara(huntara), juga pemerintah pusat melalui kementerian sosial mendukung dana berupa jatah hidup(jadup) untuk setiap warga Pidie Jaya yang terdampak.
Meskipun dalam suasana duka, pemerintah tetap melaksanakan tugas tugas pemerintahan. Bupati dan Wakil Bupati kerap melakukan rapat rapat penting, menghadiri berbagai kegiatan seperti kegiatan pendidikan, kesehatan, keagamaan serta sejumlah sektor lainnya, belum lagi mengikuti zoom meting dengan pemerintah pusat.
Program pemerintah Pidie Jaya terus bergulir dan itu semata-mata untuk mewujudkan masyarakat Pidie Jaya yang mesyuhue makmur dan sejahtera. (HB)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Di Tengah Kesibukan, Bupati Pidie Jaya Kembali Kunjungi Warga Sakit
Pelantikan di Pijay Bersamaan Banjir Datang, PR untuk Pejabat Baru
Pemkab Pijay Bersama Bulog Sigli Salur Bantuan Pangan
PGRI Pidie Tetapkan Dr. Ismet sebagai Ketua Periode 2025–2030
Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Perkuat Program Pemanfaatan Waduk Rukoh
Bupati Pijay Dorong Percepatan Validasi Pasca Penyaluran Bantuan Tahap I Rp184,9 Miliar
Komentar