Pelantikan di Pijay Bersamaan Banjir Datang, PR untuk Pejabat Baru
Hasballah - Rabu, 08 April 2026 23:53 WIB
Meureudu -Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya bersama unsur Forkopimda resmi melantik serta mengambil sumpah janji jabatan 21 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, di Aula Cot Trieng lantai III Kantor Bupati, Rabu malam 8 April Mei 2026.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pidie Jaya Nomor 800.1.3/14/JPT/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama tahun 2026 sebagai bagian dari penyegaran birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Adapun sejumlah pejabat yang dilantik dan mengalami rotasi jabatan di antaranya Said Abdullah, S.I., M.K.M sebagai Kepala Dinas Syariat Islam, Saiful, M.PM sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Bambang Bakri, S.P sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Ach. Muzakkir, M.M sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab.
Helmi, S.STP., M.Si sebagai Asisten Administrasi Umum, Manfarizal, SKM sebagai Kepala Bappeda, T. Muhali, SE., M.Si.Ak sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Rusli, S.Pd., M.Pd sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan. Sementara beberapa pejabat lain juga mengisi posisi strategis seperti Dinas Kesehatan, Perhubungan, Kominfo, Pertanahan, BPBD, Dispora, hingga Kesbangpol.
Rotasi besar-besaran itu menyasar sejumlah perangkat daerah strategis, mulai dari unsur asisten setdakab, kepala dinas, kepala badan, hingga staf ahli bupati. Sejumlah nama yang selama ini menempati posisi penting bergeser ke jabatan baru melalui skema mutasi dan rotasi, sementara beberapa pejabat lainnya tetap dipertahankan pada posisi semula. Langkah ini dinilai sebagai strategi Bupati untuk menempatkan sumber daya aparatur sesuai kebutuhan organisasi sekaligus mempercepat agenda pembangunan dan reformasi birokrasi di Pidie Jaya.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat mesin pemerintahan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Saya berharap pejabat yang baru dilantik mampu bekerja cepat, membangun koordinasi lintas sektor, menjaga integritas, dan menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegas Bupati.
Namun, suasana khidmat pelantikan malam itu langsung dibarengi tantangan nyata. Pada waktu yang hampir bersamaan, luapan Sungai Meureudu kembali merendam sejumlah gampong di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, menyebabkan masyarakat kembali menghadapi ancaman banjir setelah sebelumnya memasuki masa transisi pemulihan pascabencana 25 November 2025 lalu.
Kondisi tersebut seolah menjadi pekerjaan rumah pertama bagi para pejabat yang baru dilantik, khususnya dalam mempercepat langkah tanggap darurat, pemulihan infrastruktur, dan memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan.
Bupati menilai situasi tersebut justru menjadi momentum pembuktian bagi jajaran baru Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.
"Inilah tantangan yang harus dijawab bersama. Saya ingin seluruh pejabat yang baru dilantik hadir di tengah masyarakat, bergerak cepat, dan mampu melahirkan solusi konkret, terutama dalam penanganan banjir dan percepatan pemulihan wilayah terdampak," ujar Sibral.
Dengan tantangan yang datang tepat pada malam pelantikan, publik kini menaruh harapan besar agar susunan baru pimpinan tinggi pratama mampu menunjukkan kapasitas, kecepatan, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat. (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bupati Pidie Jaya: Musrenbang Wadah Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah
Setahun Kepemimpinan, H. Sibral Malasyi - Hasan Basri Komit Bangun Pidie Jaya
Di Tengah Kesibukan, Bupati Pidie Jaya Kembali Kunjungi Warga Sakit
Pemkab Pijay Bersama Bulog Sigli Salur Bantuan Pangan
PGRI Pidie Tetapkan Dr. Ismet sebagai Ketua Periode 2025–2030
Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Perkuat Program Pemanfaatan Waduk Rukoh
Komentar