Dalil Bolehnya Ucapan Selamat Natal
Dalil al-Quran tentang Bolehnya Ucapan Selamat Natal
Kita layak untuk terheran ketika ada orang yang membenarkan ucapan selamat natal dengan memaksa dalil al-Quran. Ayat yang mereka korbankan untuk mendukung natal, firman Allah,
وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
"Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa 'alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS. Maryam: 33)
Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun…
Kita layak menyebutnya sebagai musibah, ketika ada orang islam yang memaksa al-Quran untuk membenarkan acara kekufuran.
Menurutnya, Allah memberi keselamatan untuk Nabi Isa di hari kelahirannya, kematiannya, dan ketika beliau dibangkitkan. Maka kita layak memberi ucapan selamat atas kelahiran Isa yang itu diperingati setiap 25 Desember.
Seharusnya mereka berfikir, mana bukti bahwa Nabi Isa dilahirkan tanggal 25 Desember? Adakah ahli sejarah yang bisa membuktikannya? Ataukah hanya doktrin tanpa bukti, sekalipun banyak pakar theologi yang mengingkarinnya.
Seharusnya mereka berfikir, sejatinya natal tidak hanya sebatas memperingati kelahiran Isa. Natal bagian dotrin agama, menjadi momen bagi orang kafir untuk menyembah tuhan mereka.
Jika mereka bersikap adil, seharusnya mereka juga mengucapkan selamat untuk kematian Nabi Isa. Karena dalam ayat di atas dinyatakan,
"Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa 'alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal …"
Seharusnya mereka berfikir, bahwa di surat Maryam juga, Allah sangat murka kepada orang yang menganggap Allah punya anak,
تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا . أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا
Hampir saja langit runtuh, bumi pecah, dan gunung beterbangan. Karena mereka menganggap ar-Rahman punya anak. (QS. Maryam: 90 – 91)
Bagaimana Tafsir yang Benar?
Anda bisa simak beberapa keterangan ahli tafsir berikut,
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
"dalam ayat ini ada penetapan ubudiyah Isa kepada Allah, yaitu bahwa ia adalah makhluk Allah yang hidup dan bisa mati dan beliau juga akan dibangkitkan kelak sebagaimana makhluk yang lain. Namun Allah memberikan keselamatan kepada beliau pada kondisi-kondisi tadi (dihidupkan, dimatikan, dibangkitkan) yang merupakan kondisi-kondisi paling sulit bagi para hamba. Semoga keselamatan senantiasa terlimpah kepada beliau" (Tafsir Al Qur'an Al Azhim, 5-230)
Al Qurthubi menjelaskan,
"[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku] maksudnya keselamatan dari Allah kepadaku -Isa-. [pada hari aku dilahirkan] yaitu ketika di dunia (dari gangguan setan, ini pendapat sebagian ulama, sebagaimana di surat Al Imran). [pada hari aku meninggal] maksudnya di alam kubur. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] maksudnya di akhirat. karena beliau pasti akan melewati tiga fase ini, yaitu hidup di dunia, mati di alam kubur, lalu dibangkitkan lagi menuju akhirat. Dan Allah memberikan keselamatan kepada beliau di semua fase ini, demikian yang dikemukakan oleh Al Kalbi" (Al Jami Li Ahkamil Qur'an, 11/105)
Ath Thabari rahimahullah menjelaskan,
"Maksudnya keamanan dari Allah terhadap gangguan setan dan tentaranya pada hari beliau dilahirkan yang hal ini tidak didapatkan orang lain selain beliau. Juga keselamatan dari celaan terhadapnya selama hidupnya. Juga keselamatan dari rasa sakit ketika menghadapi kematian. Juga keselataman kepanikan dan kebingungan ketika dibangkitkan pada hari kiamat sementara orang-orang lain mengalami hal tersebut ketika melihat keadaan yang mengerikan pada hari itu" (Jami'ul Bayan Fi Ta'wilil Qur'an, 18/193)
Al Baghawi rahimahullah menjelaskan,
"[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan] maksudnya keselamatan dari gangguan setan ketika beliau lahir. [pada hari aku meninggal] maksudnya keselamatan dari syirik ketika beliau wafat. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] yaitu keselamatan dari rasa panik" (Ma'alimut Tanzil Fi Tafsiril Qur'an, 5/231)
Dalam Tafsir Al Jalalain (1/399) disebutkan: "[Dan keselamatan] dari Allah [semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali]"
As Sa'di menjelaskan: "Maksudnya, atas karunia dan kemuliaan Rabb-nya, beliau dilimpahkan keselamatan pada hari dilahirkan, pada hari diwafatkan, pada hari dibangkitkan dari kejelekan, dari gangguan setan dan dari dosa. Ini berkonsekuensi beliau juga selamat dari kepanikan menghadapi kematian, selamat dari sumber kemaksiatan, dan beliau termasuk dalam daarus salam. Ini adalah mu'jizat yang agung dan bukti yang jelas bahwa beliau adalah Rasul Allah, hamba Allah yang sejati" (Taisir Kariimirrahman, 1/492)
Mana ada ulama tafsir yang membolehkan selamat natal?
Allahu a'lam.
Sumber : Konsultasi syariah
Adakah Hari Sial Dalam Islam ?
Muslim Nampak Miskin, Kafir Hidup Kaya
Ketika Mendapat Hadiah Kue Natal
Jangan Engkau Gadaikan Aqidahmu
Hampir Saja Langit Terbelah