Niatkan Mencari Rezeki Juga Ibadah
datanews.id - Bekerja adalah ibadah. Terdapat keutamaan dalam bekerja yang tidak didapat selain padanya. Bahkan keutamaan tersebut bukan hanya rahmat namun juga dalam bentuk ampunan terhadap dosa yang tidak terampuni selain dengan bekerja.
Pada prinsipnya tidak ada ruginya bagi mereka yang bekerja sebagai amalan atau usaha untuk mencari kebaikan dunia yang Allah berikan. Bukan hanya jumlah yang dilihat Allah, namun usaha berupa kerja.
Ada keutamaan yang terdapat hanya dengan bekerja serta tidak ada dan tidak terganti dengan amalan bahkan ibadah ritual sekalipun. Meskipun terkesan duniawi, namun bekerja adalah terhitung ibadah di sisi Allah Subahanahu wa Ta'ala.
Keutamaan Bidang Usaha dalam Islam
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Profesor Tulus membagi tiga bidang utama mata pencaharian yang memiliki keutamaan ("al-fadliilah") berdasarkan dalil-dalil naqli (nash berupa al-Qur'an dan Hadits), yaitu:
1. Pertanian
Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman (bercocok tanam) lalu tanaman tersebut dimakan oleh manusia, binatang melata atau sesuatu yang lain kecuali hal itu bernilai sedekah untuknya." (HR Muslim).
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang muslim yang bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yang dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yang dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil darinya melainkah itu menjadi sedekah baginya." (HR Muslim).
2. Industri
Dikeluarkan Imam Al Bukhari dalamShahih-nya nomor 1966, dari al-Miqdam Radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallambersabda: "Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud 'alaihissalammakan dari hasil usaha tangannya (sendiri)"
3. Perdagangan
"Sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan". Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam seringkali memuji dan memotivasi para pedagang. Diantaranya beliau bersabda: "Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada" (HR. Tirmidzi no.1209, ia berkata: "Hadits hasan, aku tidak mengetahui selain lafadz ini").
"Carilah negeri akhirat pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia". (QS. Al-Qosos: 77).
Nabi Muhammad shalallahu 'alihi wasallam bersabda: Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salalm bersabda: "Seandainya ada seseorang di antara kalian mencari seonggok kayu bakar lalu dipanggul (ke pasar untuk dijual), lebih baik daripada meminta kepada seseorang, terkadang diberi dan terkadang tidak" (Muttafaqun 'alaih).
Ibnul Jauzi dalam "Talbisul Iblis" mengatakan Said bin Musayyib berkata: "Barangsiapa berdiam di masjid dan meninggalkan pekerjaan, lalu menerima pemberian yang datang kepadanya, maka (ia) termasuk mengharap sesuatu dengan cara meminta-minta."
Ketiga bidang usaha berupa pertanian, industri, perdangangan memiliki keutamaannya masing-masing didasarkan pada situasi dan kondisi tertentu. Pertimbangan diri (kepribadian), waktu, serta tempat menunjukkan setiap bidang memiliki keutamaannya masing-masing.
Walhasil, semua pekerjaan untuk mencari rezeki Allah adalah baik. Usaha yang diniatkan mencari keutamaan atau kebaikan yang Allah segerakan di dunia adalah adalah ibadah.
Mencari rezeki adalah ibadah, maka, berusaha dalam rangka mencari ridlo Allah juga akan mendapat pahala di sisi-Nya. Selain itu, keutamaan berusaha dalam arti bekerja mencari rezeki adalah lebih disukai Rasul daripada meminta-minta. Sebagaimana Beliau shallahu 'alihi wa sallam juga bekerja bahkan tidak menerima sedekah. (*)
* Penulis merupakan penulis lepas Yogyakarta
Risiko Kesehatan yang Terjadi kalau kantor Jauh dari Rumah
Kementan RI bersama TNI- AD dan Distan Pidie Rakor Percepatan Swasembada Pangan
Kejar Target 100 Hari Kerja, Pidie Gelar Budaya Lomba Takbir
Pemkab Pidie Gelar Lomba Takbir
Adakah Hari Sial Dalam Islam ?