Pesiapan Menuju Ramadhan

Oleh : Muhammad Idris, Lc.
Rio Agusri - Rabu, 28 Februari 2024 17:00 WIB
Pesiapan Menuju Ramadhan
Ilustrasi (foto int)

Pertama, selain pahala dilipatgandakan padanya, kemaksiatan di dalamnya pun dosanya lebih berat.

Ketika Allah menjadikan suatu waktu lebih agung dan lebih utama dari yang lainnya, maka kemaksiatan yang dilakukan di dalamnya pun dosanya menjadi lebih berat. Seorang muslim harus berhati-hati ketika ia sedang berada di bulan Ramadan. Jangan sampai dirinya terjatuh ke dalam kemaksiatan yang Allah haramkan. Nabishallallahu 'alaihi wasallammengingatkan bahaya kemaksiatan yang dilakukan seseorang tatkala berpuasa,


"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkan keburukan atau kedustaan, maka Allah tidak butuh atas usahanya dalam menahan rasa lapar dan dahaga."(HR. Bukhari no.1903, Abu Dawud no. 2362, Tirmidzi no. 707 dan Nasa'i dalamAs-Sunan Al-Kubrano. 3246)


Pada hadis tersebut, Nabishallallahu 'alaihi wasallammenegaskan dan mengingatkan siapa pun yang mencukupkan puasanya hanya pada menahan lapar dan haus, namun tidak melepaskan diri dari kedustaan, melenceng dari kebenaran, dan mengerjakan keburukan, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan haus yang dirasakannya tersebut. Puasa yang telah dilakukannya tersebut menjadi sia-sia dan orang tersebut tidaklah mendapatkan pahala. Nabishallallahu 'alaihi wasallambersabda,


رُبَّصائمٍليسلهمنصيامِهإلَّاالجوعُورُبَّقائمٍليسلهمنقيامِهإلَّاالسَّهرُ


"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang melaksanakan salat malam, namun dia tidak mendapatkan dari bangunnya tersebut, kecuali rasa capek karena begadang."(HR. Nasa'i dalamAs-Sunan Al-Kubrano. 3249, Ibnu Majah no. 1690, dan Ahmad no. 9683)


Kedua, Ramadan adalah waktu di mana seorang muslim lebih dekat dengan Allah. Oleh karena itu, perbanyaklah beramal dan memanjatkan doa.

Saat bulan Ramadan tiba, berusahalah untuk memaksimalkan waktu yang ada untuk melakukan ketaatan kepada AllahTa'ala. Isilah waktu yang ada untuk membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir, serta berdoa kepada AllahTa'ala.


Lihatlah bagaimana Nabi mencontohkan kepada kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an di bulan Ramadan.Ibnu Abbasradhiyallahu 'anhuberkata,"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadan ketika bertemu dengan malaikat Jibril. Dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadan untuk mudarasah (mempelajari) Al-Qur'an."(HR. Bukhari no. 3220 dan Muslim no. 2308)


Terkait memperbanyak doa dan zikir di bulan Ramadan, Nabishallallahu 'alaihi wasallambersabda,


"Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi."(HR. At-Tirmidzi no. 3598, Ibnu Majah no. 1752, dan Ahmad no. 8030)


Ketiga, pada malam harinya, jangan lewatkan untuk melaksanakan salat tarawih berjemaah sampai imam selesai.

Ada keutamaan khusus bagi siapa saja yang melaksanakan salat tarawih bersama imam sampai selesai. Nabishallallahu 'alaihi wasallambersabda,


إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً


"Sesungguhnya siapa saja yang salat bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam(salat malam) satu malam penuh."(HR. An-Nasai no. 1364, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327)


Maksud sampai selesai di sini adalah secara lengkap hingga imam menyelesaikan salat witirnya, bukan hanya tarawihnya saja sebagaimana dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. Sebagian dari mereka keluar masjid ketika imam belum menyelesaikan salat witirnya dengan alasan ingin menambah jumlah rakaat tarawihnya di rumah. Padahal, menambah jumlah rakaat di rumah tetap dimungkinkan untuk dilakukan, meskipun kita telah menyelesaikan salat witir terlebih dahulu bersama imam, dengan syarat ketika menambah rakaat salat tarawih kita, kita tidak perlu mengulang kembali salat witirnya.Wallahu A'lam bisshawab.


Semoga tiga poin penting ini dapat menambah bekal ilmu kita untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadan tahun ini, selain tentunya kita diperintahkan juga untuk mempelajari kembali fikih-fikih yang berkaitan dengan puasa Ramadan. Semoga Allah memberikan kita semua kesempatan untuk menyambut kembali bulan Ramadan yang penuh kemuliaan ini.


***




Sumber:muslim.or.id

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru