BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham
Rizki Rivaldi - Selasa, 16 Juni 2026 06:46 WIB
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dengan nilai maksimal mencapai Rp500 miliar.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap positif.
"Kami menilai valuasi saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya mencerminkan kinerja serta potensi bisnis perseroan," ujar Dhanny.
Program buyback tersebut akan berlangsung selama periode 12 Juni hingga 11 September 2026. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026.
BRI menegaskan pendanaan untuk aksi korporasi ini telah disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku dan akan dilakukan pada harga yang dianggap wajar dengan tetap memperhatikan regulasi pasar modal.
Menurut Dhanny, keputusan melakukan buyback juga mempertimbangkan berbagai tantangan global yang masih membayangi pasar keuangan, seperti ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak global, hingga arus keluar modal dari negara berkembang yang turut menekan pasar modal Indonesia.
"Pelaksanaan buyback telah mempertimbangkan secara matang kondisi likuiditas dan posisi keuangan perusahaan, sehingga tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perseroan," katanya.
Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026, setelah pelaksanaan buyback, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI diproyeksikan tetap kuat di level 22,86 persen, sementara Return on Equity (ROE) berada pada angka 18,37 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas permodalan BRI masih sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis dan mitigasi risiko.
Saham hasil buyback nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja serta Direksi dan Dewan Komisaris, yang pelaksanaannya akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sebagai bagian dari Danantara, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan dengan tetap menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham Teknologi Justru Melonjak
Asing Catat Net Sell Rp1,46 Triliun di Sesi I, Saham Bank Besar Dilepas
Dasco Kumpulkan Bos Himbara hingga Danantara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN
IHSG Dibuka Menguat, Seluruh Sektor Bergerak di Zona Hijau
Saham BBNI Tetap Layak Diserok
Asing Borong Diam-Diam Saham BRI Saat Harga Tertekan
Komentar