IHSG Melemah ke Level 6.077, Sektor Energi Terkoreksi Lebih Dalam di Awal Perdagangan
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.11 WIB, IHSG berada di level 6.077,42 atau turun 39,27 poin setara 0,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 6.116,69.
Sejak pembukaan perdagangan, tekanan jual terlihat masih mendominasi pergerakan pasar. IHSG dibuka di level 6.096,50 dan sempat menyentuh titik tertinggi harian di 6.121,78 sebelum akhirnya bergerak turun dan mencapai level terendah sementara di 6.076,00.
Pelemahan ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah dinamika sentimen pasar yang berkembang.
Tidak hanya indeks utama, tekanan juga dirasakan oleh saham-saham sektor energi. Indeks sektor energi (IDX Energy) tercatat turun lebih dalam dibandingkan IHSG, yakni sebesar 42,50 poin atau 1,46 persen ke level 2.862,86.
Sejumlah saham energi mengalami koreksi cukup tajam pada perdagangan pagi. Saham Bayan Resources menjadi salah satu yang paling tertekan setelah turun 7,58 persen ke level 12.200. Disusul saham Bukit Asam yang melemah 5,06 persen ke posisi 2.440 dan Transcoal Pacific yang turun 4,32 persen ke level 7.200.
Tekanan juga terjadi pada saham Indo Tambangraya Megah yang terkoreksi 1,22 persen menjadi 22.275. Sementara itu, Adaro Andalan Indonesia melemah 0,93 persen ke level 8.025, diikuti Alamtri Resources Indonesia dan Indika Energy yang masing-masing turun 0,87 persen ke posisi 2.270.
Meski mayoritas saham energi bergerak di zona merah, beberapa emiten masih mampu mencatatkan penguatan. Saham Rukun Raharja memimpin kenaikan dengan menguat 2,41 persen ke level 3.830.
Selain itu, Petrosea naik 2,23 persen ke level 4.130 dan ABM Investama menguat 2,06 persen ke posisi 2.480. Penguatan juga dicatat Paragon Karya Perkasa yang naik 1,94 persen menjadi 2.630 serta Raharja Energi Cepu yang bertambah 1,67 persen ke level 4.870.
Sementara itu, saham Baramulti Suksessarana naik tipis 0,66 persen ke posisi 4.560. Di sisi lain, beberapa saham energi bergerak stagnan, seperti Golden Energy Mines di level 6.425, Prima Andalan Mandiri di level 3.820, Super Energy di level 2.720, serta Mitrabahtera Segara di level 2.600.
Secara keseluruhan, perdagangan pagi menunjukkan sektor energi masih berada dalam tekanan seiring pelemahan IHSG. Namun, adanya sejumlah saham yang tetap menguat menunjukkan minat beli selektif masih terjadi dan berpotensi menahan penurunan yang lebih dalam hingga penutupan perdagangan. (*)
IHSG Melemah, Saham Energi Justru Bersinar di Awal Perdagangan
Peluang Indonesia Turun ke Frontier Market Sangat Kecil, Fundamental Pasar Dinilai Tetap Kuat
IHSG Dibuka Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI dan Pengumuman MSCI
Sentimen Global Menghangat, IHSG Menguat dan Investor Mulai Geser Portofolio
BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham