Saham BUMI Mulai Merangkak Naik Usai Longsor Dalam
Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penguatan pada awal perdagangan Selasa (3/2/2026). Mengutip laman BEI, hingga pukul 09.23 WIB, harga saham BUMI berada di level Rp 230 per saham, naik Rp 10 atau 4,55 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 220.
Dilansir dari liputan6.com, pada pembukaan perdagangan pagi, saham BUMI dibuka di level Rp 212 sebelum bergerak fluktuatif. Berdasarkan data perdagangan intraday, harga saham sempat menyentuh level tertinggi Rp 232 dan terendah Rp198. Pergerakan ini menunjukkan adanya volatilitas cukup tinggi dalam satu jam pertama perdagangan.
Jika dilihat dari rentang pergerakan jangka panjang, saham
BUMI masih berada dalam kisaran yang lebar. Dalam periode 52 minggu terakhir,
saham ini tercatat bergerak di rentang Rp 70 hingga Rp 484 per saham.
Dari sisi fundamental, kapitalisasi pasar PT Bumi Resources
Tbk tercatat mencapai sekitar Rp 85,41 triliun. Namun demikian, hingga saat ini
perseroan belum mencatatkan rasio price to earnings (P/E) maupun pembagian
dividen, sehingga investor masih mencermati prospek kinerja ke depan.
Kinerja keuangan terbaru menunjukkan adanya perbaikan. Pada laporan keuangan kuartal III 2025, BUMI membukukan pendapatan sebesar 359,37 juta dolar AS, tumbuh 8,56 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Sumber:liputan6.com
PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Proyek Tambang Bauksit Antam Senilai Rp870 Miliar
Adhi Karya Bakal Gelar RUPST 7 Mei
Omzet Kontrak Baru WIKA Beton Tembus Rp4 Triliun
Petrindo Jaya (CUAN) Buyback Saham Rp750 Miliar
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Diburu Asing, Ada Apa?