Malam Puncak HUT ke-19 Pidie Jaya, Tokoh Pemekaran dan Pembangunan Terima Penghargaan

Hasballah - Senin, 15 Juni 2026 15:59 WIB
Malam Puncak HUT ke-19 Pidie Jaya, Tokoh Pemekaran dan Pembangunan Terima Penghargaan

Pidie Jaya – Peringatan malam puncak Hari Jadi Kabupaten Pidie Jaya ke-19 yang mengusung tema "Bangkit Bersyariat, Pulih Bersama" berlangsung meriah di Gedung MTQ, Kompleks Pusat Pemerintahan Cot Trieng, Minggu (14/6/2026) malam.

Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan cendera mata kepada sejumlah tokoh yang berjasa dalam pemekaran dan pembangunan Kabupaten Pidie Jaya.

Acara tersebut dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang mewakili Gubernur Aceh, unsur Forkopimda, tokoh pemekaran, para asisten, para kepala SKPK, Ketua TP PKK, Ketua BKMT, para camat, para imum mukim, para keuchik, serta ribuan masyarakat.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pidie Jaya telah berlangsung sejak 10 Juni 2026 dan akan berakhir pada 16 Juni 2026.

Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Pidie Jaya bersama unsur Forkopimda kepada sejumlah tokoh pemekaran dan pembangunan, di antaranya almarhum Gade Salam yang penghargaan diterima oleh istrinya, Hj. Salmiati, S.Pd. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Dr. Darni Daud, Ahmad Syabuddin, SE, Dr. Musytari Mukhtar, Ir. Iskandar Idris, M.Si, Drs. Salman Ishak, M.Si, Drs. Yusuf Ishak, Ir. Lukman, dan sejumlah tokoh lainnya.

Pada kesempatan yang sama, panitia turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi daerah, termasuk penghargaan bagi dinas terbaik dan puskesmas terbaik.

Dalam sambutannya, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., M.E., menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para tokoh pemekaran yang telah berjuang hingga lahirnya Kabupaten Pidie Jaya.

"Kita sangat menghargai perjuangan para tokoh pemekaran. Berkat usaha dan pengorbanan mereka, hari ini kita dapat memiliki daerah sendiri. Proses pemekaran tersebut tentu tidak mudah," ujar Bupati.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih pemerintah daerah selama satu tahun empat bulan masa kepemimpinannya. Di antaranya sukses menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-37, meraih peringkat II terbaik dalam proses KDMP, serta kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya.

Menurutnya, berbagai prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah yang didukung kekompakan unsur Forkopimda dalam membangun Pidie Jaya.

Terkait penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya pada November 2025, Bupati menegaskan bahwa daerahnya menjadi salah satu yang tercepat dalam proses pemulihan dan rehabilitasi pascabencana.

"Sekitar Rp300 miliar telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak bencana. Selain itu, pembangunan hunian tetap bagi korban juga telah selesai dilaksanakan," katanya.

Di sektor ekonomi, Bupati menyebutkan bahwa angka kemiskinan berhasil ditekan dari 18,28 persen pada 2024 menjadi 16,12 persen pada 2025.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, hingga warga yang telah berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana yang masih terus berlangsung.

"Mari seluruh elemen masyarakat bersatu padu membangun Pidie Jaya menuju masyarakat yang makmur, sejahtera, dan meusyuhuë," ajaknya.

Malam puncak peringatan Hari Jadi ke-19 Pidie Jaya semakin semarak dengan penampilan seni budaya Aceh berupa Ca'e (syair) dan Rapai Geleng. Pertunjukan tersebut berhasil memikat ribuan penonton dari berbagai daerah yang memadati lokasi acara hingga larut malam. (*)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru