Pj Gubernur Aceh Luncurkan Program Penghapusan Pasung ODGJ
Hasballah - Sabtu, 08 Februari 2025 16:30 WIB
Pidie Jaya - Penjabat Gubernur Aceh Dr Safrizal ZA MSi didampingi Pj Bupati Pijay Dr.Teuku Ahmad Dadek, SH , MH meluncurkan program pencanangan 'Aceh Eliminasi Pasung' di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Jumat (7/2/2025).
Hadir di acara tersebut, Plt Sekda Aceh, para Bupati dan walikota Se- Aceh, unsur Forkopimda Pijay dan para Kepala SKPK.
Dalam Sambutannya, Dr. Safrizal menekankan pentingnya perhatian terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan hak-hak mereka sebagai warga negara.
"Banyak yang memandang remeh ODGJ, padahal mereka memiliki hak yang sama. Kita harus berusaha memberikan layanan yang layak bagi mereka," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa Aceh merupakan salah satu provinsi dengan jumlah ODGJ terbanyak, yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi sosial, tekanan kehidupan, dan konflik serta bencana.
"Kita prihatin dan harus melakukan sesuatu. Layanan kesehatan jiwa di Aceh termasuk yang besar. Kita juga memiliki fasilitas kesehatan jiwa yaitu Seuramoe Sehat Jiwa di Kuta Malaka (Aceh Besar) yang mampu menampung 300 jiwa, namun kita berharap pelayanan rumah sakit jiwa dapat dimaksimalkan," ujar Pj Gubernur.
Safrizal menegaskan bahwa penderita ODGJ yang membahayakan harus segera dievakuasi ke rumah sakit jiwa dan tidak dipasung, karena pemasungan hanya akan melemahkan kondisi mereka.
Bupati Ahmad Dadek menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen membantu pasien ODGJ agar mendapatkan perawatan yang layak.
"Kami akan terus berupaya agar setiap warga yang mengalami gangguan jiwa bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sampai mereka dibiarkan tanpa perawatan yang memadai," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus berupaya menangani permasalahan kesehatan jiwa dengan pendekatan yang lebih humanis dan terintegrasi. Bupati juga mengajak seluruh pihak, termasuk keluarga dan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung proses penyembuhan bagi warga dengan gangguan jiwa agar mereka dapat kembali hidup dengan lebih baik di tengah masyarakat.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Hanif mengatakan pencanangan Aceh Eliminasi Pasung ini bertujuan agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami pemasungan. Ia merinci, ada 21 ribu ODGJ dengan 50 persennya menderita gejala kejiwaan berat. Catatan RSJ, ada 114 yang dipasung di seluruh Aceh.
"Target kami adalah eliminasi pasung di Aceh selesai tahun ini. Kami siap membantu Bupati dan Wali Kota untuk menjemput dan mengobati mereka," kata Dr. Hanif.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung pemulihan ODGJ, serta perlunya pelatihan keterampilan agar mereka dapat berbaur kembali dalam masyarakat.
RSJ Aceh, kata dr. Hanif, punya tempat layanan rehabilitasi di kawasan Kuta Malaka Aceh Besar. Di sana, pasien yang telah sembuh secara klinis, akan diajarkan berbagai ketrampilan. Diharapkan usai penyembuhan di sana dan dikembalikan ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri. (Hasballah. B)
Editor: Rizki Rivaldi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Hadiri Peresmian Mushalla Munzalan Mubarokan Kejaksaan Negeri Pidie Jaya
Pemkab Pidie Jaya Perkuat Sinergi dengan UUI melalui Pelaksanaan KKN di 17 Gampong
Bupati Pidie Jaya Serahkan Tujuh Truk Fuso untuk Koperasi Desa Merah Putih, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Bupati Pidie Jaya dan Dandim 0102/Pidie Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Konektivitas Antarwilayah
Pemkab Pidie Jaya Beri Klarifikasi Terkait Laporan Pengaduan ke KPK
Pemkab Pidie Jaya Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Dimeriahkan Rapa'i, Seudati, dan Kuis Berhadiah
Komentar