Kisah Mus'ab Bin Umair

Teladan Bagi Pemuda Islam
Rio Agusri - Kamis, 15 Agustus 2024 05:00 WIB
Kisah Mus'ab Bin Umair
Ilustrasi (Foto int)


Setelah perang usai, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallammemeriksa sahabat-sahabatnya yang gugur. Abu Hurairah mengisahkan, "Setelah Perang Uhud usai, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallammencari sahabat-sahabatnya yang gugur. Saat melihat jasad Mush'ab bin Umair yang syahid dengan keadaan yang menyedihkan, beliau berhenti, lalu mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian beliau membaca ayat:


مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا


"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)." (QS. Al-Ahzab: 23).


Kemudian beliau mempersaksikan bahwa sahabat-sahabatnya yang gugur adalah syuhada di sisi Allah.


Setelah itu, beliau berkata kepada jasad Mush'ab, "Sungguh aku melihatmu ketika di Mekah, tidak ada seorang pun yang lebih baik pakaiannya dan rapi penampilannya daripada engkau. Dan sekarang rambutmu kusut dan (pakaianmu) kain burdah."


Tak sehelai pun kain untuk kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, "Tutupkanlah kebagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir."


Mush'ab wafat setelah 32 bulan hijrahnya Nabi ke Madinah. Saat itu usianya 40 tahun.


Para Sahabat Mengenang Mush'ab bin Umair


Di masa kemudian, setelah umat Islam jaya, Abdurrahman bin Aufradhiyallahu 'anhuyang sedang dihidangkan makanan mengenang Mush'ab bin Umair. Ia berkata, "Mush'ab bin Umair telah wafat terbunuh, dan dia lebih baik dariku. Tidak ada kain yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah". (HR. Bukhari no. 1273). Abdurrahman bin Auf pun menangis dan tidak sanggup menyantap makanan yang dihidangkan.


Khabab berkata mengenang Mush'ab, "Ia terbunuh di Perang Uhud. Ia hanya meninggalkan pakaian wool bergaris-garis (untuk kafannya). Kalau kami tutupkan kain itu di kepalanya, maka kakinya terbuka. Jika kami tarik ke kakinya, maka kepalanya terbuka. Rasulullah pun memerintahkan kami agar menarik kain ke arah kepalanya dan menutupi kakinya dengan rumput idkhir…" (HR. Bukhari no.3897).


Penutup


Semoga Allah meridhai Mush'ab bin Umair dan menjadikannya teladan bagi pemuda-pemuda Islam. Mush'ab telah mengajarkan bahwa dunia ini tidak ada artinya dibanding dengan kehidupan akhirat. Ia tinggalkan semua kemewahan dunia ketika kemewahan dunia itu menghalanginya untuk mendapatkan ridha Allah.


Mush'ab juga merupakan seorang pemuda yang teladan dalam bersemangat menuntut ilmu, mengamlakannya, dan mendakwahkannya. Ia memiliki kecerdasan dalam memahami nash-nash syariat, pandai dalam menyampaikannya, dan kuat argumentasinya.


Sumber:
al-Jabiri, Adnan bin Sulaiman. 2014. Shirah ash-Shahabi al-Jali: Mush'ab bin Umair. Jeddah: Dar al-Waraq al-Tsaqafah
Mubarakfury, Shafiyurrahman. 2007. ar-Rahiq al-Makhtum. Qatar: Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu-un al-Islamiyah




Sumber:kisahmuslim.com


SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kisah Juraij dan Wanita Pelacur

Kisah Juraij dan Wanita Pelacur

Ketika Orang Yahudi Mengkhianati Piagam Madinah

Ketika Orang Yahudi Mengkhianati Piagam Madinah

Kesabaran Seorang Ulama

Kesabaran Seorang Ulama

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Tukang Sihir, Pemuda dan Rahib

Kisah Tukang Sihir, Pemuda dan Rahib

Sa’id bin Zaid, Sosok Sahabat yang Doanya Mudah Terkabul

Sa’id bin Zaid, Sosok Sahabat yang Doanya Mudah Terkabul

Komentar
Berita Terbaru