Sekitar 500 Unit Rumah Bagi Masyarakat Terdampak Banjir Akan Dibangun
Rizki Rivaldi - Senin, 22 Desember 2025 19:30 WIB
Kualasimpang – Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa langkah relokasi menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang akibat banjir.
Hal tersebut dikatakan Mendagri pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 22 Desember 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi pascabanjir sekaligus mendengar pemaparan terkait upaya penanggulangan yang telah dan sedang dilakukan di lapangan.
"Bagi rumah yang rusak berat atau hilang, relokasi menjadi solusi utama. Sedangkan untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, pemerintah akan memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai agar masyarakat dapat membersihkan dan memperbaiki rumahnya," ujar Tito.
Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat Indonesia untuk turut menunjukkan solidaritas kepada para korban banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Mendagri turut menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian, selimut, sarung, serta kebutuhan makanan khusus bagi perempuan dan anak-anak sebanyak 62.169 pcs, yang diserahkan kepada Bupati Aceh Tamiang. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana akan difokuskan di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wilayah terdampak paling parah.
"Aceh Tamiang menjadi prioritas penanganan, dan pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 500 unit rumah bagi masyarakat terdampak banjir di daerah ini," pungkasnya. (*)
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, DWP Aceh Salur Bantuan
DPW Partai Aceh Pidie Gelar Silaturahmi dan Haul ke-16 Hasan di Tiro
Pemko Banda Aceh Siapkan Dakwah Umum Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Pemko Banda Aceh Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan UIN Ar-Raniry pada 6 Juni
Buku 'Polda Aceh Meutuah' Diluncurkan, Sekda Sampaikan Apresiasi
Satgas PRR Aceh Percepat Pembangunan 500 Huntap Korban Banjir di Aceh Tamiang
Komentar