Ketahui Hak dan Keutamaan Tetangga

Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Rio Agusri - Jumat, 23 Februari 2024 17:00 WIB
Ketahui Hak dan Keutamaan Tetangga
Ilustrasi (foto int)

"Wahai Abu Dzar ! Jika kamu masak sayur, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu". [Diriwayatkan oleh Muslim (2625) (142).]

Dan dalam suatu lafazh.

"Sesungguhnya hal itu lebih merata bagi keluarga dan tetangga". [Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (513), Ahmad (5/156) dengan sanad shahih.]

5. Toleran Terhadap Tetangga
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian melarang tetangganya untuk menancapkan kayu di temboknya".

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2463) dan Muslim (1600) Hadits tersebut mempunyai syahid pada : Ahmad (3/479 dan 480) Ibnu Majah (2336) dari Mujamma' bin Jariyah. Dan yang lain dari Ibnu Abbas dalam (kitabnya) Ahmad (1/303), Al-Baihaqi (6/69)]

6. Tidak Menyakiti Tetangga Adalah Termasuk Iman
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya". [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6475) dan Muslim (47) (74)]

7. Sebaik-baik Tetangga
Dari Abdullah bin 'Amr berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Sebaik-baik teman di sisi Allah adalah orang yang paling baik diantara mereka terhadap temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya".

[Dikeluarkan oleh Tirmidzi (1944), Ahmad (2/167), Darimi (2/215) dan Hakim (1/164) dengan sanad shahih]

8. Tidak Ada Istilah Sedikit/Ringan Di Dalam Hal Menyakiti Tetangga
Dari Abdah bin Abi Lubabah (*) rahimahullah berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Tidak ada istilah sedikit/ringan dalam hal menyakiti tetangga".

[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (8/547) dengan sanad shahih dan mursal.
Diriwayatkan pula oleh Thabrani dalam Al-Kabir (23/258/No. 535) dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (10/27) dari Ummu Salamah. Al-Haitsami dalam Majma' Az-Zawaid (8/170) berkata : "Dan orang-orang adalah tsiqat".

Saya berkata : Pada syaikhnya Thabrani ada pembicaraan. Tetapi tidak mengapa untuk menjadi syahid. Maka hadits tersebut adalah hasan.]

(*) Dalam Ad-Durr al-Mantsur (2/159) tertulis : "Dari Abu Lubabah", ini adalah salah.

9. Tetangga Yang Baik Adalah Termasuk Kebahagian
Dari Sa'd bin Abi Waqqash, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.
"Ada empat perkara yang termasuk kebahagian : Istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman. Dan empat perkara yang termasuk kesengsaraan : Tetangga yang jelek, istri yang jelek, tempat tinggal yang sempit dan kendaraan yang jelek".

[Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1232) dan Al-Khatib (12/99) dengan sanad yang shahih]

10. Berbuat Baik Kepada Tetangga
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata : Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Jadilah engkau orang yang wara', niscaya akan menjadi manusia yang paling ahli beribadah. Jadilah orang yang qana'ah, niscaya akan menjadi manusia yang paling bersyukur. Cintailah manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, niscaya akan menjadi seorang mukmin. Dan bertetanggalah dengan baik terhadap tetanggamu, niscaya akan menjadi seorang muslim".

[Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4217), Abu Ya'la (5865), Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (10/365) dan dalam sanadnya ada seorang mudallis. Tetapi mempunyai syahid yang menguatkannya, dan telah saya bawakan serta saya keluarkan dalam Arba'i Ad-Da'wah wa Ad-Du'at (no. 13). Maka lihatlah.]

11. Dosa Memusuhi Tetangga Berlipat Ganda
Ini adalah judul bab yang dibuat oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (nomor : 85)

Dari Abu Dzaibah Al-Kala'iyyi berkata.

"Aku mendengar Al-Miqdad bin Al-Aswad bercerita bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada mereka tentang zina. Maka mereka menjawab : Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Beliau bersabda : 'Sungguh jika seseorang berzina dengan sepuluh orang perempuan, itu lebih baik daripada berzina dengan istri tetangganya'. (Al-Miqdad) berkata : Dan Nabi bertanya kepada mereka tentang mencuri ? Maka mereka menjawab : Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Beliaupun bersabda : 'Sungguh seseorang mencuri dari sepuluh rumah, itu lebih ringan dosa-nya daripada mencuri dari satu rumah tetangganya"

[Diriwayatkan oleh Ahmad (6/8), Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (103) dan Thabrani dalam Al-Kabir (20/210/605) dengan sanad jayyid. Dan perkataan Al-Hafizh tentang Abu Dzabyah : 'maqbul' (bisa diterima), tidak bisa diterima, karena dia ditsiqahkan oleh Ibnu Ma'in dan lainnya. (Tsiqah lebih tinggi dari maqbul, ed)]

12. Seseorang Tidak Diperbolehkan Kenyang Sedangkan Tetangganya Kelaparan.
Ini adalah judul bab yang dibuat oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (1/194).

Dari Abdullah bin Musawir berkata : Aku mendengar Ibnu Abbas menyebutkan Ibnu Zubair, lalu menuduhnya sebagai orang yang bakhil. Kemudian berkata : 'Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangganya di sampingnya kelaparan"

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (112), Hakim (4.167) dan Al-Khatib (10/392) dengan sanad yang didalamnya ada rawi majhul. Hadits tersebut mempunyai syahid pada musnad Al-Bazzar (119) dari Anas. Dan di dalam sanad tersebut ada Lai bin Zaid bin Jud'an. Dia adalah dha'if. Hadits tersebut juga mempunyai beberapa syahid lainnya. Lihat Haqq Al-Jar (hal. 38) karya Adz-Dzahabi. Maka dengan syawahid tersebut, hadits hasan -insya Allah]

Perhatian.
Dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas, bahwa haram bagi seorang tetangga yang kaya untuk membiarkan para tetangganya dalam keadaan lapar. Maka, wajib baginya untuk memberikan kepada mereka apa-apa yang menghilangkan rasa lapar. Demikian pula hendaknya ia memberikan pakaian jika mereka dalam keadaan telanjang. Serta hal-hal penting lainnya.

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6017) dan Muslim (1030) "Artinya : Janganlah seorang perempuan meremehkan suatu hadiah yang diberikan kepada tetangganya. Walaupun menghadiahkan sesuatu yang biasanya tidak bermanfaat".Seperti dalam Al-Fath (10/440).

13. Iman Akan Hilang Kecuali Dengan Mencintai Tetangga.
Dari Anas Radhiyallahu 'anhu. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba itu beriman, sehingga dia mencintai tetangganya -atau berkata : saudaranya- sebagaimana dia mencintai dirinya".

14. Wasiat Kepada Para Wanita Untuk Tidak Meremehkan Hadiah Yang Diberikan Kepada Tetangga.
Dari Abu Hurairah : Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Wahai para wanita Islam, janganlah sekali-kali seorang tetangga perempuan meremehkan hadiah yang diberikan kepada tetangganya walaupun hanya kuku kambing".

15. Hak Tetangga (didahulukan) Pada Pintu Yang Paling Dekat.
Ini adalah judul yang dibuat oleh Al-Bukhari dalam shahihnya (10/447-Fath).

Dari Aisyah berkata : Aku berkata.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru