IHSG Dibuka Menguat Pasca Keputusan MSCI, Namun Asing Masih Catat Net Sell Rp1,17 Triliun
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (25/6/2026) di zona hijau setelah pasar merespons keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar berkembang (emerging market) pada MSCI Market Classification Review 2026.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.02 WIB, IHSG berada di level 5.911,91 atau menguat 28,03 poin setara 0,48 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi awal perdagangan, indeks sempat bergerak di level terendah 5.864,00 sebelum menyentuh titik tertinggi di 5.916,52.
Meski berhasil menguat, arus dana asing masih menunjukkan tekanan jual. Nilai pembelian investor asing tercatat sebesar Rp4,46 triliun, sementara nilai penjualan mencapai Rp5,63 triliun. Dengan demikian, pasar mencatatkan net foreign sell atau jual bersih asing sebesar Rp1,17 triliun di seluruh pasar.
Aktivitas perdagangan pagi ini juga terpantau cukup aktif dengan volume transaksi mencapai 11,07 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp764,56 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 85.060 kali.
Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor menjadi penopang penguatan indeks. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,95 persen, mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap emiten transportasi dan logistik di tengah ekspektasi perbaikan aktivitas ekonomi.
Sektor energi turut menopang penguatan dengan kenaikan 0,78 persen, didukung pergerakan saham-saham batu bara dan energi. Selanjutnya sektor keuangan naik 0,53 persen, sektor industri menguat 0,50 persen, sektor barang konsumsi siklikal bertambah 0,45 persen, sektor properti naik 0,39 persen, dan sektor teknologi menguat 0,39 persen.
Berbeda dengan sektor lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak negatif dengan pelemahan sebesar 0,27 persen.
Pada daftar saham penguat terbesar (top gainers), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin dengan kenaikan 23,55 persen ke level Rp2.990 per saham. Disusul PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) yang menguat 16,98 persen ke Rp62 per saham.
Saham PT Citatah Tbk (CTTH) juga mencatat penguatan 13,45 persen menjadi Rp135 per saham. Sementara itu, PT Link Net Tbk (LINK) naik 10,84 persen ke posisi Rp1.840 per saham, diikuti PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) yang menguat 10,77 persen menjadi Rp288 per saham.
Di sisi lain, daftar saham pelemah (top losers) dipimpin PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) yang turun 11,56 persen ke level Rp3.980 per saham. Pelemahan juga terjadi pada PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang terkoreksi 10 persen ke Rp990 per saham dan PT Pratama Widya Tbk (PTPW) yang turun 9,93 persen menjadi Rp1.360 per saham.
Selain itu, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melemah 8,61 persen ke level Rp138 per saham, sementara PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) turun 6,94 persen menjadi Rp134 per saham.
Pergerakan IHSG hari ini menjadi sorotan karena berlangsung sehari setelah MSCI memutuskan mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang. Keputusan tersebut dinilai memberikan sentimen positif terhadap stabilitas pasar modal domestik, meskipun belum mampu menghentikan arus keluar dana asing dari pasar saham.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase koreksi dan merupakan bagian dari gelombang (b) pada gelombang [iv]. Dalam skenario koreksi lanjutan, indeks berpotensi menguji area 5.723–5.847.
Namun apabila mampu bertahan dan kembali menguat, IHSG berpeluang bergerak menuju kisaran 6.548–6.782. Untuk perdagangan jangka pendek, level support berada di area 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance terdekat berada pada 6.286 dan 6.459. (*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.
IHSG Masih Rawan Terkoreksi, MNC Sekuritas Proyeksikan Peluang Rebound ke Area 6.782
IHSG Melemah ke Level 6.077, Sektor Energi Terkoreksi Lebih Dalam di Awal Perdagangan
IHSG Melemah, Saham Energi Justru Bersinar di Awal Perdagangan
Peluang Indonesia Turun ke Frontier Market Sangat Kecil, Fundamental Pasar Dinilai Tetap Kuat
IHSG Dibuka Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI dan Pengumuman MSCI